Pada kepingan cerita kemarin ada sebuah perasaan yang entah apakah harus aku pendam atau harus aku ungkapkan? Karena perasaan ini kadang surut, kadang penuh harap bahkan kadang ingin aku hilangkan. Tapi dengan tekad yang kuat perasaan ini harus tetap ada dengan tidak mengesampingkan keinginan, impian dan cita-cita yang telah aku rangkai.
Aku tak tahu, apakah ada yang salah dengan perasaan ini? Ah aku rasa tidak, karena itu manusiawi. Yang salah mungkin menempatkannya, lebih membawa pada maslahatnya atau pada madhorotnya.
Perasaan pada kepingan cerita kemarin sedikit bisa "membuka hatiku" untuk orang-orang yang baru aku kenal, meski sejatinya sulit bagiku untuk lebih terbuka diluar lingkungan sekitarku. Kini, biar perasaan dan kepingan cerita kemarin itu akan aku bingkai untuk memori di masa depan, meski aku tak tahu masa depanku akan seperti apa. Tapi yang pasti aku berharap masa depanku akan lebih baik dari masa yang sekarang. Aamiin Bersambung....

Tidak ada komentar:
Posting Komentar