Minggu, 19 November 2017


Ini hanya pakaian biasa, tidak mewah bahkan mungkin lebih pada pakaian kusut. Pake peci dan sarung, tapi bukan berarti mengerti agama bahkan jauh dari kata sholeh. Pake peci dan sarung hanya lebih pada rasa nyaman, percaya diri dan merasa menutupi segala kekurangan walau sejatinya banyak kekurangan.

Mungkin ini salah satu caraku untuk menghibur diri selain daripada membaca, entah itu baca buku atau baca al-qur'an. Bukan mau sok pamer, tapi memang itulah caraku menghibur diri.

Entah sengaja atau tidak, tiba-tiba ada seorang wanita yang aku merasa dia menceritakan tentang diriku (maaf kalau keGRan). Aku tak tahu maksudnya apa, meledek atau kagum? Hehe entahlah.

Yang aku rasa dia orangnya baik tapi mungkin agak susah akrab (menyesuaikan diri) dengan orang baru, contohnya seperti dengan diriku. Entah takut atau emang bawaannya seperti itu.

Hmmmm terlalu panjang untuk ku ceritakan semuanya disini. Apakah itu tetang kesenangan, kebahagiaan bahkan kesedihan (terharu).

Harus banyak bersyukur dengan apa yang aku pakai, yang aku makan, yang aku beri dan yang aku terima. Aku juga berterima kasih untuk yang kemarin dan berharap yang baik untuk hari esok.

Fotonya hanya pemanis, meski tak semanis mantanmu. 😀

Kepingan Cerita


 Hari-hari kemarin adalah sebuah kepingan-kepingan cerita yang penuh dengan perjuangan dan doa. Dimana hal-hal yang tak terduga datang silih berganti. Hal-hal yang bikin senang, bahagia, sulit sampai sedih terharu.

 Pada kepingan cerita kemarin ada sebuah perasaan yang entah apakah harus aku pendam atau harus aku ungkapkan? Karena perasaan ini kadang surut, kadang penuh harap bahkan kadang ingin aku hilangkan. Tapi dengan tekad yang kuat perasaan ini harus tetap ada dengan tidak mengesampingkan keinginan, impian dan cita-cita yang telah aku rangkai.

 Aku tak tahu, apakah ada yang salah dengan perasaan ini? Ah aku rasa tidak, karena itu manusiawi. Yang salah mungkin menempatkannya, lebih membawa pada maslahatnya atau pada madhorotnya.

 Perasaan pada kepingan cerita kemarin sedikit bisa "membuka hatiku" untuk orang-orang yang baru aku kenal, meski sejatinya sulit bagiku untuk lebih terbuka diluar lingkungan sekitarku. Kini, biar perasaan dan kepingan cerita kemarin itu akan aku bingkai untuk memori di masa depan, meski aku tak tahu masa depanku akan seperti apa. Tapi yang pasti aku berharap masa depanku akan lebih baik dari masa yang sekarang. Aamiin Bersambung....